Logo Insan Mandiri
Masuk
Karakter Positif Anak untuk Prestasi Mereka
Artikel 24 December 2024

Karakter Positif Anak untuk Prestasi Mereka

Insan Mandiri

Penulis

Oleh: Khansa Suhita

Tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya tumbuh dengan keburukan. Setiap orang tua tentunya menginginkan anaknya tumbuh menjadi sosok yang baik. Oleh karena itu penanaman nilai positif harus dilakukan sejak dini. Orang tua perlu melakukan persiapan untuk dapat membentuk karakter positif anak.

Karakter positif adalah berbagai sikap yang mencerminkan nilai-nilai kebenaran dan kebaikan. Ketika seorang anak memiliki karakter positif, maka ada beberapa hal positif yang mengikutinya. Dari hasil sebuah penelitian menunjukkan bahwa karakter positif dapat meningkatkan prestasi anak.

Penanaman karakter positif memang perlu ditanamkan sejak dini. Anak yang sudah dibiasakan dengan penanaman nilai positif sejak dini tentu akan berbeda dengan anak yang tidak dibiasakan dengan nilai positif sejak kecil.

Tidak ada kata terlambat dalam pembentukan karakter pun ketika mereka beranjak dewasa, tetapi tentu akan lebih signifikan hasilnya jika nilai-nilai positif tersebut diajarkan sejak mereka masih kecil. Hal ini sejalan dengan pendapat psikolog, bahwa golden age itu ada di usia 1-5 tahun. Jadi ketika anak di usia ini penanaman nilai-nilai positif akan sangat membekas dalam dirinya.

Beberapa contoh karakter positif yang dapat ditanamkan pada anak

Sopan Santun

Rasa hormat perlu dimiliki oleh anak agar mereka bisa bersikap sopan dan menghargai orang lain. Sikap tersebutlah yang juga dapat mendorong terciptanya hubungan baik antara anak dengan orang-orang di sekitarnya. Ketika seseorang memiliki sopan santun, mereka mampu berinteraksi dengan orang lain dengan cara yang membuat semua orang merasa dihargai dan nyaman.

Sopan santun dapat membantu seseorang menciptakan lingkungan sosial yang positif dan menginspirasi orang lain agar dapat melakukan hal yang sama.

Jujur

Perilaku jujur penting ditanamkan sejak dini. Jika anak mulai berbohong dan orang tua mewajarkan sikap tersebut, maka dikhawatirkan hal itu akan terjadi terus-menerus dan terbawa hingga anak tersebut dewasa. Ketika seseorang jujur, mereka berbicara dengan kebenaran, tidak melakukan penipuan, dan tidak menyembunyikan fakta yang penting.

Seseorang yang jujur menginspirasi orang lain untuk memiliki kepercayaan padanya dan membantu menciptakan lingkungan dimana kejujuran dihargai. Selain itu, jujur membantu seseorang menghormati diri sendiri dan nilai-nilai mereka. Dan istilah “Jujur itu ajur” tidak akan berlaku lagi.

Percaya Diri

Percaya diri tidak hanya penting untuk perkembangan pribadi, tetapi juga untuk kesuksesan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan, karier, dan hubungan. Ada berbagai hal positif dari sikap berani dan percaya diri. Agar tak kesulitan menumbuhkan sikap tersebut, maka orang tua perlu melatih anak sedini mungkin. Contoh kecilnya, ajak anak tampil di depan banyak orang.Orang yang percaya diri cenderung lebih berani dalam mengambil risiko dan mencari peluang. Mereka juga mampu mengatasi ketidakpastian dengan lebih baik.

Selain tiga hal diatas, masih banyak nilai atau karakter positif yang dapat orang tua tanamkan kepada anak mereka.Yang pasti, pembentukan karakter ini tidak serta-merta akan tetapi dapat dilakukan dengan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Membimbing mereka menuju kebiasaan positif tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga membentuk pondasi yang kuat untuk masa depan mereka.

Beberapa langkah untuk menanamkan kebiasaan positif pada anak sejak dini:

Role Model Positif

Orang tua adalah panutan utama bagi anak-anak. Oleh karena itu, modelkan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, menunjukkan rasa hormat pada orang lain, menjadi teladan dalam menjaga kebersihan, atau menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan.

Konsistensi dalam Pola Asuh

Konsistensi dalam memberikan arahan dan aturan membantu anak memahami ekspektasi. Pastikan bahwa aturan yang diberikan sesuai dengan usia anak dan dipatuhi secara konsisten. Konsistensi membantu membentuk kebiasaan karena anak merasa aman dengan batasan yang jelas. Libatkan Anak dalam Pengambilan Keputusan. Memberikan anak kesempatan untuk ikut serta dalam membuat keputusan sederhana dapat membantu mereka merasa dihargai dan bertanggung jawab. Hal ini juga memberikan mereka kesempatan untuk memahami konsekuensi dari pilihan yang mereka buat.

Berikan Penguatan Positif

Penguatan positif, seperti pujian dan penghargaan, membantu meningkatkan motivasi anak untuk mempertahankan kebiasaan positif. Fokus pada pencapaian dan usaha positif mereka daripada hanya mengkritik kesalahan akan dapat memberikan dampak positif pada anak.

Menanamkan Etika

Mendidik anak tentang nilai-nilai etika seperti kejujuran, rasa hormat, dan empati adalah kunci untuk membentuk karakter yang kuat. Mendiskusikan situasi kehidupan sehari-hari di mana nilai-nilai ini dapat diaplikasikan adalah cara yang dapat digunakan dalam menanamkan etika. Jadikan Pembelajaran Menyenangkan. Proses pembelajaran kebiasaan positif tidak terasa seperti tugas yang membosankan jika dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Melibatkan anak dalam kegiatan yang menyenangkan yang sekaligus mengajarkan nilai positif, seperti permainan edukatif atau aktivitas kreatif adalah cara yang cukup efektif untuk menanamkan hal tersebut.

Memahami Kecenderungan Anak

Setiap anak memiliki kecenderungan dan gaya belajar yang berbeda. Memahami karakteristik anak dapat membantu orang tua menyesuaikan pendekatan dalam menanamkan kebiasaan positif.

Kesempatan untuk Memperbaiki Diri

Anak-anak harus memahami bahwa setiap orang pernah membuat kesalahan. Beri mereka kesempatan untuk memperbaiki diri dan belajar dari pengalaman tersebut. Ini membantu mereka memahami pentingnya tanggung jawab atas tindakan mereka.

Dengan kesabaran, konsistensi, dan kasih sayang, orang tua dapat berhasil menanamkan kebiasaan positif pada anak sejak dini. Pembentukan karakter yang positif tidak hanya memberikan manfaat dalam lingkup keluarga, tetapi juga membantu anak menjadi individu yang tangguh dan bertanggung jawab dalam menghadapi tantangan kehidupan. Dan ini dapat membantu anak berprestasi baik di lingkungan sekolah maupun diluar sekolah. Semoga kita dimudakan dalam mendidik dan membersamai anak kita. (hs)

Ajak orang baik lainnya