Logo Insan Mandiri
Masuk
Ekspedisi Kemanusiaan Semeru: Insan Mandiri Bergerak untuk Warga Terdampak Erupsi
Berita Kegiatan 27 November 2025

Ekspedisi Kemanusiaan Semeru: Insan Mandiri Bergerak untuk Warga Terdampak Erupsi

Insan Mandiri

Penulis

INSAN MANDIRI - Erupsi Gunung Semeru pada 19 November 2025 kembali menyisakan duka bagi masyarakat yang tinggal di wilayah lereng gunung tertinggi di Pulau Jawa. Tidak menunggu lama, tim Insan Mandiri langsung melakukan pemantauan awal untuk mendapatkan informasi akurat mengenai lokasi terdampak serta kebutuhan paling mendesak yang diperlukan warga yang harus mengungsi.

Pada 24 November 2025, setelah koordinasi dilakukan, tim mulai mengumpulkan serta membeli logistik. Mulai dari mie instan, air mineral, susu, snack anak-anak, hingga masker untuk melindungi warga dari paparan abu vulkanik. Semua dipersiapkan dengan teliti agar bantuan yang disalurkan benar-benar relevan dengan kondisi di lapangan.

Pada 25 November 2025, tim Insan Mandiri berangkat menuju Lumajang. Setibanya di sana, tim memilih berkolaborasi dengan LAZ Al Haromain dan membuka posko sekaligus dapur umum di rumah salah satu warga, Bapak Saiful, di kawasan Supiturang. Dapur umum ini berfungsi sebagai pusat penyediaan makanan siap saji, baik untuk warga terdampak maupun relawan evakuasi. Seluruh proses mulai dari belanja, memasak, hingga pengemasan dilakukan di satu lokasi sebelum didistribusikan ke rumah-rumah warga dan titik relawan. Setiap harinya, lebih dari 350 porsi makanan siap saji berhasil disalurkan—sebuah angka yang mencerminkan besarnya kebutuhan serta kuatnya semangat gotong royong yang terbangun.

Keesokan harinya, tim melanjutkan survei ke titik-titik terdampak bersama relawan Nurul Hayat, Mas Eko. Setidaknya terdapat empat dusun yang mengalami kerusakan berat, yaitu Dusun Supiturang, Kamar A, Sumbersari, dan Umbulan. Sebagian besar wilayah yang dilalui telah berubah total: rumah-rumah tertimbun material vulkanik, sementara lahan pertanian warga—sumber penghidupan utama—ikut rusak parah.

Melihat kondisi tersebut, tim dibagi menjadi dua: sebagian bertugas mendistribusikan sarapan untuk warga dan relawan, sementara sebagian lainnya melakukan pemetaan lanjutan di titik-titik terdampak. Menjelang siang, tim bergerak menuju titik pengungsian di SDN Supiturang 02 yang menampung sekitar 81 siswa. Di sana, kolaborasi kembali dilakukan bersama Kementerian Dikdasmen, Kementerian Dalam Negeri, dan sejumlah pihak lainnya. Tim Insan Mandiri membagikan susu serta snack untuk anak-anak—sebuah upaya sederhana untuk menghadirkan senyum dan harapan di tengah situasi sulit.

Ekspedisi Kemanusiaan Semeru menjadi bukti nyata bahwa kepedulian, kolaborasi, dan aksi cepat mampu membantu meringankan beban warga terdampak bencana. Selama tangan-tangan itu terus saling menggenggam, selalu ada ruang bagi harapan untuk tumbuh.

Ajak orang baik lainnya