Menyiapkan Bekal Abadi: Kajian Amal Jariyah Membuka Wawasan Para Bunda di Sidoarjo
Insan Mandiri
Penulis
INSAN MANDIRI — Dalam upaya memperkuat pemahaman spiritual sekaligus menumbuhkan semangat beramal bagi para ibu binaan, Insan Mandiri Sidoarjo kembali menggelar kegiatan kajian dakwah rutin bertema “Amal Jariyah”. Kegiatan yang berlangsung pada 21 dan 22 Oktober 2025 ini diikuti oleh lebih dari 30 bunda dari wilayah Sedati, Tulangan, dan Krembung.
Kegiatan ini dilaksanakan di tiga lokasi berbeda secara bergiliran, namun dengan semangat yang sama — semangat untuk menimba ilmu dan memperdalam makna amal yang pahalanya terus mengalir. Sejak pagi, para bunda sudah hadir dengan wajah penuh antusias. Mereka datang membawa semangat belajar dan niat tulus untuk memperbaiki diri melalui kajian keagamaan.
Kajian dipandu oleh Ustadz Nawawi, seorang pemateri yang dikenal hangat dan komunikatif. Beliau merupakan alumnus Pondok Pesantren Sidogiri, salah satu pesantren tertua dan berpengaruh di Indonesia. Dalam kajiannya, Ustadz Nawawi mengulas makna mendalam dari Amal Jariyah — sebuah amal yang manfaatnya terus dirasakan bahkan setelah seseorang meninggal dunia.
Menurutnya, salah satu amal jariyah terbesar dan paling bernilai adalah mendidik anak-anak agar menjadi generasi yang saleh dan salihah. “Tidak ada hal yang lebih dirindukan oleh para ahli kubur selain doa dari anak-anak mereka yang saleh,” tutur beliau di hadapan para peserta dengan nada lembut namun penuh makna. Pesan ini disambut dengan keheningan dan renungan mendalam oleh para bunda yang hadir.

Beliau juga menekankan pentingnya peran seorang ibu dalam mencetak generasi penerus yang beriman dan berakhlak mulia. Dengan mendidik anak dengan kasih sayang dan keteladanan, para bunda sejatinya sedang menanam benih amal jariyah yang akan terus mengalir pahalanya hingga akhir hayat.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan istighosah dan doa bersama, dipimpin langsung oleh Ustadz Nawawi. Suasana menjadi khusyuk dan penuh haru saat para bunda memanjatkan doa untuk diri, keluarga, dan para pendahulu yang telah berpulang. Momen ini menjadi penutup yang syahdu, memperkuat keyakinan bahwa setiap kebaikan — sekecil apapun — akan menjadi bekal abadi di hadapan Allah SWT.
Melalui kegiatan ini, Insan Mandiri berharap para bunda tidak hanya memperoleh ilmu baru, tetapi juga semakin sadar akan tanggung jawab besar sebagai pendidik pertama dalam keluarga. Sebab dari tangan dan hati para ibu, lahirlah generasi yang cerdas, beriman, dan menjadi sumber amal jariyah yang tiada henti.
Ajak orang baik lainnya
Baca Juga
Pembinaan Guru Insan Mandiri: Belajar Mendidik Anak dengan Hati
2 minggu yang lalu
Pembinaan Guru Sanggar Prestasi: Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Bulan Ramadhan
2 minggu yang lalu
Semangat Belajar Al-Quran Anak-Anak Prambon 2 Meski Diguyur Hujan
2 minggu yang lalu
Bantuan untuk Palestina bersama Nusantara Palestina Center
2 minggu yang lalu