Logo Insan Mandiri
Masuk
Momen Idul Adha Bersama Bunda Mandiri: Penuh Syukur, Ilmu, dan Kepedulian
Berita Kegiatan 20 June 2025

Momen Idul Adha Bersama Bunda Mandiri: Penuh Syukur, Ilmu, dan Kepedulian

Insan Mandiri

Penulis

INSAN MANDIRI – Suasana haru dan syukur menyelimuti kegiatan Bunda Mandiri pada momen Idul Adha 1446 H kali ini. Bertempat di tiga wilayah berbeda — Kecamatan Sedati, Tulangan, dan Krembung, kegiatan rutin bulanan ini hadir dengan nuansa yang lebih istimewa. Tidak hanya diisi dengan kajian keislaman, para bunda juga menerima distribusi daging kurban dan bantuan sembako yang disalurkan langsung oleh tim program Insan Mandiri.

Kebahagiaan Kurban: Menguatkan Tali Kasih di Hari Raya

Pertanyaan sederhana dari Ustadz Hikmat saat menyapa para bunda, “Apakah daging kurbannya masih ada, Bu?”, langsung dijawab dengan senyum tulus dan suara lirih, “Masih, Ustad.” Jawaban itu menggambarkan betapa berharganya kebersamaan dan bantuan yang mereka terima.

Daging kurban yang mereka dapatkan berasal dari donatur Insan Mandiri yang menyalurkan amanah kurbannya dengan penuh kepedulian. Tahun ini, para bunda yatim kembali menjadi penerima manfaat dari program kurban, menyempurnakan kebahagiaan di hari raya.

Yang lebih menggembirakan lagi, komunitas Bunda Mandiri Krembung turut terlibat aktif dalam proses pendistribusian daging kurban, terutama kepada anak-anak yatim dan keluarga dhuafa di daerah Cangkring dan sekitarnya. Sebuah bentuk solidaritas yang membanggakan, ketika mereka yang menerima, juga menjadi bagian dari yang memberi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada para bunda yang telah meluangkan waktu dan tenaganya untuk membantu distribusi. Ini adalah cermin kekuatan gotong royong dan ketulusan hati,” ujar perwakilan staf program Insan Mandiri Sidoarjo.


Kajian Kitab Nashoihul Ibad: Menambah Ilmu dan Menyucikan Hati

Selain pembagian kurban, para bunda juga mendapatkan santapan rohani dalam bentuk kajian Islam bersama Ustadz Hikmat, yang berlangsung secara bergilir di tiga kecamatan selama tiga hari penuh. Kajian mengambil tema Kitab Nashoihul Ibad, sebuah karya klasik yang sarat dengan nasihat moral dan spiritual.

Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 30 bunda yatim, yang dengan penuh antusias menyimak materi kajian. Tidak sedikit dari mereka yang mengajukan pertanyaan, khususnya seputar makna pengorbanan Idul Adha, adab dalam beragama, dan hikmah di balik ujian hidup yang mereka jalani sebagai single parent.

Satu jam kajian terasa begitu singkat, karena atmosfer yang hangat dan akrab membuat sesi terasa menyentuh hati. Acara ditutup dengan doa bersama untuk ahli kubur, khususnya bagi suami para bunda yang telah wafat. Tangis haru dan rasa syukur membaur dalam suasana yang sarat makna.


Sembako untuk Bunda: Bekal Semangat Menjalani Hari

Sebagai bentuk penghargaan dan dukungan lebih lanjut, setiap bunda juga menerima paket sembako yang berisi bahan pokok untuk kebutuhan rumah tangga. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi penguat dalam menjalani hari-hari mereka yang penuh perjuangan, sekaligus bentuk nyata perhatian Insan Mandiri terhadap para pejuang keluarga.

“Kami merasa sangat terbantu, tidak hanya secara materi, tapi juga secara mental. Kajian dari Ustad Hikmat sangat menyentuh hati dan membuat kami merasa tidak sendiri,” ungkap salah satu bunda dari Tulangan.


Menebar Cinta, Ilmu, dan Kepedulian di Hari Raya

Kegiatan ini tidak hanya tentang berbagi daging atau bantuan logistik, tetapi juga menguatkan spiritualitas, membangun jaringan dukungan sosial, dan menumbuhkan semangat belajar agama di kalangan bunda yatim dan dhuafa. Momen Idul Adha menjadi momentum refleksi: bahwa dalam setiap pengorbanan, terdapat cinta yang abadi dari Yang Maha Pengasih.

Insan Mandiri berharap agar program seperti ini terus berkembang dan menjangkau lebih banyak keluarga di berbagai wilayah. Semoga semangat para bunda dalam menghadapi tantangan hidup selalu mendapat lindungan dan keberkahan dari Allah SWT.

Ajak orang baik lainnya